Langsung ke konten utama

Mengenal Masakan Khas Jepang

Kuliner merupakan alat yang ampuh sebagai duta budaya bangsa. Jenis makanan mencerminkan karakter dan geografis negeri tersebut. Kuliner Asia Tenggara yang kaya dengan bumbu beda dengan kuliner Eropa yang didominasi oleh daging merah dan anggur sebagai bumbu dasarnya. Begitu juga di Indonesia yang memiliki senarai kuliner yang memikat. Masakan dari Yogya beda dengan masakan dari Padang. Keragaman kuliner Nusantara inilah menjadi alat promosi yang ampuh untuk mengenalkan Indonesia kepada dunia. Namun, sayang belum banyak restoran di luar negeri yang menyediakan masakan Nusantara.  Beda dengan masakan Jepang yang sekarang kian marak di Indonesia. Restoran waralaba dari Jepang tentunya dengan menu-menu lezat khas Negeri Sakura sebagai andalannya, mudah sekali dijumpai di kota-kota besar. 

Bahkan, sekarang gerai-gerai kecil yang menyajikan masakan khas Jepang kaki lima pun sudah banyak, seperti menu sushi, tempura, dan terayaki. Mendadak, masyarakat kita mahir menggunakan sumpit saat menyeruput mie dari mangkok. Dan, penggila kuliner Jepang pun kian banyak. 

Golongan Umum Masakan Jepang  
Secara umum, kuliner Negeri Samurai ini dapat dikategorikan menjadi empat golongan, yaitu Nabemono (makanan yang berkuah), Yakimono (makanan yang dibakar/dipanggang ), Nimono (makanan yang dikukus/direbus), Nerimono (makanan yang digoreng).

Nabemono (makanan berkuah)
Jenis kuliner ini dimasak menggunakan kuah dengan bahan sayuran utama terdiri dari sayuran, lobak, jamur. Juga ikan laut terdiri dari cumi-cumi, udang, tripang, dan ikan cakalang. Masakan dalam kategori nabemono ini adalah sukiyaki, shabu-shabu, mie oden.
Penyajiannya biasanya menggunakan steamboat yang sudah berisi kuah kaldu ikan dengan nampan yang berisi variasi sayuran dan daging ikan segar disertai nori atau rumput laut. Anda tinggal mencelupkan sayuran satu per satu ketika akan makan.  

Yakimono (makanan yang dibakar/panggang)
Yakimono merupakan makanan yang diolah dengan cara dipanggang di atas bara api. Bahan utamanya terdiri dari daging sapi, daging babi, ayam, dan ikan laut. Sedangkan, sayurannya biasanya terdiri dari lobak, wortel, wasabi. Yang termasuk dalam kategori yakimono adalah yakitori (sate ayam), wagyu suteku (steak daging sapi wagyu), teriyaki (bistik), kabayaki (ikan bakar). Bumbu utamanya dari sake dan kecap asin.  

Nimono (makanan yang dikukus)
Makanan ini dimasak dengan cara dikukus dan direbus. Bahan utamanya adalah sayuran, daging ikan laut, dan mie udon. Nimono tidak menggunakan banyak bumbu, biasanya cukup sejumput wasabi, merica, dan nori. Masakan dalam kategori ini adalah nikuja, kinpira, udon, chawanmushi.  







Nerimono (makanan yang digoreng)
Jenis makanan ini dimasak dengan cara digoreng menggunakan minyak zaitun, minyak sawit, dan sake. Bahan utamanya adalah udang, cumi, ikan tuna, dan sayuran, antara lain lobak, wortel, dan jamur sitake. Sebelum digoreng, dilumuri tepung dahulu. Masakan dalam kategori ini ada tempura, kakiage, karaage, dan sebagainya. Sedangkan, cocolannya menggunakan kecap asin dan wasabi yang sudah dihaluskan. Selain itu, masih ada namamono (makanan mentah), yaitu makanan yang terbuat dari daging ikan mentah seperti sashimi, shushi. Jepang juga mengenal banyak jenis mie seperti, udon, soba, dan ramen.

Postingan populer dari blog ini

Horimono Japan Tattoo

Horimono secara harfiah artinya memahat atau mengukir. kata tersebut bisa digunakan untuk kegiatan memahat ukiran pada mata pedang atau membuat rajah tubuh. Kegiatan merajah tubuh telah dikenal sejak lama oleh masyarakat jepang kuno, yaitu sejak sekitar jaman jomon atau 10.000 tahun SM. awalnya tanda rajah digunakan untuk tujuan spriritual atau dekoratif. Selanjutnya, pada jaman yayoi atau 300 tahun SM sampe 300 tahun M rajah digunakan sebagai penanda status sosial. Namun sejak jaman kofun (300-600 M) rajah mulai di torehkan pada bagian tubuh para kriminal sebagai hukuman. tetapi, bangsa Ainu yg merupakan bangsa pribumi jepang pun ternyata mengenal rajah tubuh dan menggunakan nya untuk tujuan spiritual. mereka menggunakan rajah untuk membuat diri nya menyerupai dewi dlm kepercayaan bangsa Ainu. mereka percaya bahwa setan yg diyakini sebagai pembawa wabah penyakit akan akan lari ketakutan karena salah membedakan para manusia dan sosok dewi yg ditakutinya. Cara merajah ...

Menikmati Bunga Sakura Yang Indah

Bunga sakura adalah bunga nasional negeri Jepang. Bunga sakura di Jepang terdiri dari ratusan jenis, jenis yang umum yaitu Prunus × yedoensis (Yoshino Cherry, yang berwarna merah muda dan putih), Sakura Hutan (yang berwarna merah muda dan putih), yamazakura (yang berwarna putih), yaezakura (yang berwarna putih atau ungu kemerahan), shidarezakura (yang rantingnya jatuh seperti pohon willow, bunga berwarna merah) dan lain – lain. Periode berbunga pada pohon sakura ini sangat pendek, yang di Jepang dikenal dengan suatu kata kiasan yakni “7 hari bunga sakura”, yang artinya bahwa sejak sakura mulai mekar lalu layu kembali waktunya kurang lebih 7 hari, dan keseluruhan pohon sakura sejak bunga pertama mulai mekar hingga seluruh bunganya layu kurang lebih memakan waktu setengah bulan. Di Jepang, bunga sakura dianggap sebagai pembawa rejeki dan keberuntungan. Pada upacara pernikahan dan perayaan tradisional lainnya, seringkali diharuskan meminum sup bunga sakura yang direbus de...

Kreasi unik animasi terbuat dari kertas

Kreatip banget nih, gan..yang buat gambar karakter kartun-kartun ini yang kemudian di potong terus di photo. Keren abis..!!!dan lucu2.